Selasa, 11 September 2018

Kemeriahan Tahun Baru Islam di Kajuara, Bone





Kenapa disebut tahun bari Islam?
Tentunya ada diantara kita, atau anak kita bertanya demikian. Tahun baru Islam merupakan hari penting bagi kita umat Islam. Sebab dimana Nabi Muhammad SAW mulai hijrah dari Kota Mekkah ke Kota Madina pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut terjadi pada 1 Muharram tahun baru Hijriyah.
Perayaan tahun baru Islam dapat kita lihat perbedaannya dengan tahun baju Masehi yang tepat pada 1 Januari setiap tahunnya yang dirayakan dengan ribuan kembang api yang dinyalakana. Tahun baru Islam tentunya bernuansa islami, segala kegiatan kerohanian dilaksanakan oleh masing-masing daerah.

Kajuara yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bone, merayakan kegiatan yang "Gema Muharram 1440 H" yang bertempat di Tribun Lapangan H.A. Tappu Kel. Awang. Kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan santri dan santriwati TK/TPA masing-masing desa dan kelurahan. Selain itu kegiatan tersebut menghadirkan puluhan remaja mesjid.

Sesuai dengan pandangan mata saya, kegiatan tersebut dihadiri oleh pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan bahkan ratusan masyarakat yang turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Pada kegiatan yang tersebut, pemerintah kecamatan setempat memberikan apresiasiasi yang setinggi-tingginya kepada pelaksana kegiatan.

Kegiatan Gema Muharram tersebut dilaksanakan dengan jalan santai para santri TK/TPA se-Kecamatan Kajuara. Dalam barisan masing-masing unit ada yang membawa pernak-pernik yang bertuliskan bahasa Arab bahkan ada yang memakai berbagai macam pakean. Tapi tentunya pakaian yang digunakan merupakaan pakaian yang menutupi aurat dan ada pakaian yang digunakan santri diusung dari berbagi profesi.

Susunan acara/kegiatan
Acara yang dipandu oleh Andi Fikayanti Syam, S.IP. yang merupakan orang tua dari salah satu santri yang ikut berpartisipasi ini menyampaikan beberapan susunan acara. Susunan acara gema muharram 1440 H yaitu sebagai berikut :
1. Pembukaan (Protokol)
2. Pembacaan Doa (Imam Desa Tarasu)
3. Ikrar Santri (A.Aisyah dan Winda,  perwakilan santri)
4. Sambutan Camat Kajuara sekaligus pelepasan santri yang akan mengikuti kegiatan jalan santai tersebut
5. Penutupan

Kemeriahan barisan santri
Hari yang seharusnya mereka istirahat namun mereka memiliki antusias tinggi mengikuti kegiatan tersebut yang bertempat di Lapangan H.A. Tappu Kec. Kajuara mulai dari jam 07.00 Wita - selesai. Tentunya acara tersebut berada dibawa sinar matahari yang pagi itu cukup ceriah. Kegiatan tersebut yang diikuti oleh unit masing-masing Desa dan Kelurahan berjalan sesuai dengan nomor urut sebagai berikut:
1. Desa Padaelo
2. Desa Polewali
3. Desa Angkue
4. Desa pude
5. Desa Mallahae


6. Desa Lemo
7. Desa Kalero
8. Desa Abbumpungeng
9. Desa Bulu Tanah
10. Desa Gona



11. Kelurahan Awang Tangka
12. Desa Raja

13. Desa Abbumpungeng
14. Desa Lappabosse
15. Desa Wae Tuo
16. Desa Tarasu
17. Desa Ancu


18. Desa Buareng

Berikut dokumentasi tambahan dari kegiatan tersebut:


Mc, dan Pemabaca Do'a


Pemerintah setempat dan Tokoh masyarakat


Penyebutan Ikrar Santri


Suasana perjalanan pawai santri
















berikut ini video kemeriahan santri dan santriwati mengikuti jalan santai tersebut.


5 komentar:

  1. Kemarin pas tanggal 1 Muharram, di kampungku juga diadakan karnaval pas sore hari. Malam harinya acara pengajian, makan bersama dan do'a bersama. Btw, salam kenal ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah serunya pada jalan2 sehat. Lingkungannya masih asri ya ��

      Hapus
    2. Salam kenal juga kak, iya kak identik dengan karnaval santri TK/TPA kak

      Hapus
    3. iya mbak farida, alhamdulillah mbak

      Hapus
  2. Mantapp, indah kalo lihat tahun baru islam gak kalah meriahnya dengan tahun baru lainnya, hehe. Kalo di tempat saya, ada yang namanya Festival Tabut. Tentunya gak kalah meriah dong!��

    BalasHapus